Posted on April 19th, 2009 by podelz
Mereka sepertinya tau bahwa untuk berjualan helm mereka harus mengetahui karakteristik dari para bikers yang merupakan target pelanggan mereka. Hal yang paling mudah mereka lakukan adalah melebur dengan komunitas motor yang ada sehingga mereka bisa mengetahui kebiasaan, karakteristik sampai dengan bahasa pergaulan mereka. Dengan begini, diharapkan para pembeli akan merasakan nyaman akibat envionment yang disetting sesuai dengan karakteristik pelanggan mereka.
Read More |
Posted on January 30th, 2009 by podelz
Dari beberapa jawaban diatas, tampaknya J.CO memperbaiki J.COmmunity versi 1.0 yang hanya mengharapkan komunitas produk mereka akan terbentuk sendirinya dari orang-orang yang mampir ke website mereka. Dengan J.COmmunity versi 2.0 ini mereka jemput bola (orang-orang di-invite), dan diharapkan akan adanya sebuah loyalitas yang tinggi dari pelangganya dan juga komunikasi yang dapat membatu J.CO dalam mengembangkan produk mereka.
Read More |
Posted on December 31st, 2008 by podelz
Cara seperti ini kadang terkesan memaksa pelanggan untuk bergabung ke komunitas dan akibatnya komunitas yang terjadi adalah komunitas semu. Calon anggota hanya akan mendaftar saja dan anggota komunitas tersebut akan menjadi anggota passive, mereka hanya menjadi lurker dan pengembangan komunitas pun menjadi satu arah, hanya dari perusahaan saja. Contohnya apabila perusahaan mengadakan event, para anggota mereka akan senang, tetapi setelah satu langkah keluar venue event, mereka hanya akan berterima kasih terhadap perusahaan dan komunitas perusahaan tersebut.
Read More |