<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lost in Marketing &#187; brand awareness</title>
	<atom:link href="http://www.podelz.net/tag/brand-awareness/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.podelz.net</link>
	<description>Don&#039;t be scared wherever we are!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 16:39:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mari Kita Dekati Komunitas</title>
		<link>http://www.podelz.net/mari-kita-dekati-komunitas/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/mari-kita-dekati-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 10:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[emotional branding]]></category>
		<category><![CDATA[Focus Group Discussion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Mereka sepertinya tau bahwa untuk berjualan helm mereka harus mengetahui karakteristik dari para bikers yang merupakan target pelanggan mereka. Hal yang paling mudah mereka lakukan adalah melebur dengan komunitas motor yang ada sehingga mereka bisa mengetahui kebiasaan, karakteristik sampai dengan bahasa pergaulan mereka. Dengan begini, diharapkan  para pembeli akan merasakan nyaman akibat envionment yang disetting sesuai dengan karakteristik pelanggan mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-202" title="tokohelm" src="http://podelz.net/wp-content/uploads/2009/04/tokohelm.png" alt="tokohelm" width="210" height="124" /></p>
<p>Mendekati komunitas, itulah yang dilakukan oleh <a href="http://tokohelm.com" target="_blank">tokohelm.com</a>, mereka membangun sebuah bisnis<em> online</em> untuk berjualan helm dengan cara  men-<em>setup</em> toko mereka sesuai dengan karakteristik dari pelanggannya. Itulah yang disampaikan pada waktu <a href="http://freshyourmind.com/2009/04/19/fresh-apr09-istilah-indonesia-di-internet-mencari-padanan-setengah-mati/" target="_blank">Fresh April 2009</a></p>
<p>Mereka sepertinya tau bahwa untuk berjualan helm mereka harus mengetahui karakteristik dari para <em>bikers</em> yang merupakan target pelanggan mereka. Hal yang paling mudah mereka lakukan adalah melebur dengan komunitas motor yang ada sehingga mereka bisa mengetahui kebiasaan, karakteristik sampai dengan bahasa pergaulan mereka. Dengan begini, diharapkan  para pembeli akan merasakan nyaman akibat <em>envionment</em> yang disetting sesuai dengan karakteristik pelanggan mereka.</p>
<p>Kenapa harus komunitas motor? <em>bikers</em> sangatlah luas, dijalan raya, ketika orang mengendarai motor bisa disebut sebagai <em>bikers</em>, tetapi orang yang benar-benar peduli terhadap motor adalah anggota dari komunitas motor, dan saya sangat setuju sekali dengan <a href="http://tokohelm.com" target="_blank">tokohelm.com</a>, bahwa untuk mengetahui karakteristik dari bikers adalah dengan mendekati komunitas motor yang ada, karena setiap anggota komunitas motor, pastinya adalah bikers. Jadi jika mereka ingin melakukan Facus Group Discusssion (FGD) tidak perlu lagi ngumpulin orang di jalan, cukup datang dari komunitas ke komunitas.</p>
<p>Yang dilakukan mereka sangatlah menarik karena selain mereka bisa berjualan dengan pendekatan emosional, mereka bisa juga melakukan branding terhadap komunitas tersebut. Dengan melakukan branding maka penjualan pun bisa meningkat karena yang tokohelm.com tersebut dapat menjual ke komunitas motor yang ada akibat dari keputusan komunitas yang akan mewajibkan anggotanya untuk menggunakan helm dari toko tersebut sebagai bagian dari identitas dari komunitas.</p>
<p>Jika hal ini berhasil seharusnya tokohelm.com ini akan mendapatkan <em>sense of belonging</em> yang tinggi dari pelanggannya, karena mereka selain berjualan juga mencoba mengikat secara emotional pelanggan mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/mari-kita-dekati-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Berpromosi dengan Facebook Page</title>
		<link>http://www.podelz.net/mari-berpromosi-dengan-facebook-page/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/mari-berpromosi-dengan-facebook-page/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 16:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Dengan fasilitas ini, jika kita memiliki sebuah produk, kita bisa membuat sebuah halaman tersendiri sebagai media promosi. Setelah page jadi maka orang-orang yang memang menggemari produk tersebut dapat menjadikan bagian dari profile mereka (Became a Fan). Fasilitas dalam page ini pada dasarnya sama saja dengan profile seseorang, tapi karena page ini merupakan promosi produk jadi kita bisa suggest ke orang-orang lain di sekitar kita untuk mempromosikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://facebook.com" target="_blank">Facebook</a>, hampir semua orang yang hidup di dunia maya tahu tentang applikasi <em>social network </em>ini. Sebuah applikasi yang membantu kita untuk saling berinteraksi sesama tanpa harus bertatap muka. Banyak sekali fasilitas yang ada di applikasi ini. Tapi yang agak menjadi perhatian saya adalah fasilitas <a href="http://www.facebook.com/pages/create.php" target="_blank"><em>Page</em></a>-nya.</p>
<p>Dengan fasilitas ini, jika kita memiliki sebuah produk, kita bisa membuat sebuah halaman tersendiri sebagai media promosi. Setelah page jadi maka orang-orang yang memang menggemari produk tersebut dapat menjadikan bagian dari profile mereka (Became a Fan). Fasilitas dalam page ini pada dasarnya sama saja dengan profile seseorang, tapi karena page ini merupakan promosi produk jadi kita bisa <em>suggest</em> ke orang-orang lain di sekitar kita untuk mempromosikannya.</p>
<p>Memang banyak jalan untuk mempromosikan selain dengan cara <em>suggest </em>seperti di atas. Yang menarik disini adalah efek daripada orang-orang yang telah menjadi<em> fans</em> tersebut. Anda tentu ingat dengan <em>Multi Level Marketing (MLM) </em>yang sempat<em> booming</em> itu, konsep yang terjadi pada <em>Facebook </em>kurang lebih mirip seperti MLM ini. Jika teman kita menjadi <em>fans</em> dari suatu produk, maka aktifitas ini akan ditampilkan di <em>news feed</em> kita, terkadang jika kita merasa produk itu adalah bagian dari kita, maka kita cenderung akan mengkliknya (Ingat kasus Say No To Megawati). Dan jika ada orang lain lagi yang melihatnya, dan merasa produk tersebut adalah produk kegemarannya, maka dia juga cenderung akan menjadi <em>fans</em> juga. Dan seterusnya, hal ini akan terus terjadi. Dengan begini semakin banyak <em>fans </em>yang terkumpul, maka kita tidak perlu melakukan aktivitas promosi untuk page yang kita buat.</p>
<p>Jika kita telah membuat page ini, biasanya kita akan mendapatkan sebuah halaman administrator sebagai media analisa, disini kita bisa melakukan <em>tracking </em>terhadap jumlah <em>fans</em>, dan juga aktivitas lainnya. Saya sekitar lima bulan yang lalu mencoba membuat <em>page</em> untuk produk-produk dari kantor saya, yaitu <a href="http://www.facebook.com/pages/simPATI/41339640686" target="_blank">simPATI</a>, <a href="http://www.facebook.com/pages/Kartu-As/51629617315" target="_blank">Kartu As</a>, dan <a href="http://www.facebook.com/pages/kartuHALO/41295654491" target="_blank">kartuHALO</a>. Saya sempat sedikit kagum terhadap perkembangannya. Dari total penggemarnya, saya coba korelasikan dengan <em>brand awareness-</em>nya, dan ternyata benar, produk yang awarenessnya sangat tinggi berdasarkan hasil survey <a href="http://nielsen.com/" target="_blank">lembaga survey</a>, menunjukkan pertumbuhan jumlah <em>fans</em> yang sangat cepat.</p>
<p>Selain daripada itu, <em>insight </em>yang disediakan dalam<em> page</em> tersebut dapat membantu saya menentukan <em>positioning</em> produk tersebut berdasarkan umur. Jika saya dibandingkan dengan data hasil survey ataupun data internal, <em>inisight</em> ini menunjukkan kecendrungan yang sama terhadap profil pelanggan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/mari-berpromosi-dengan-facebook-page/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Flazz BCA vs T-Cash</title>
		<link>http://www.podelz.net/kartu-flazz-bca-vs-t-cash/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/kartu-flazz-bca-vs-t-cash/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 09:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tapi dari ke kurang berhasilan ini sebenernya T-Cash memiliki satu value added dibandingkan dengan Kartu Flazz BCA. T-Cash bisa mereka kembangkan agar dapat bertransaksi dengan menggunakan SMS atau GPRS atau bar code yang ditanam di telepon genggam pelanggan mereka, hal ini akan lebih memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, karena hanya cukup membawa handphone untuk bertransaksi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kartu Flazz BCA" href="http://www.klikbca.com/individual/silver/product.html?s=69" target="_blank">Kartu Flazz BCA</a> dan<a title="T-Cash" href="http://www.telkomsel.com/web/tcash" target="_blank"> T-Cash (Telkomsel Cash)</a> merupakan sebuah alat pembayaran baru. Bentuk alat pembayaran ini bukan berupa kertas ataupun logam, tapi berupa kartu yang didalamnya terdapat chip yang dapat menyimpan data-data tertentu. Kartu ini juga berbeda dengan kartu kredit ataupun debit, jika kartu kredit atau debit kita masih perlu &#8220;menggesek&#8221; pada mesin tertentu, tetapi dengan kartu ini kita hanya perlu menempelkan saja chip yang ada pada kartu tersebut dengan mesin tertentu.</p>
<p>Sepengamatan saya, T-Cash belum berjalan seberhasil Kartu Flazz BCA, hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Jumlah <em>merchant </em>dari Kartu Flazz BCA lebih banyak dari pada T-Cash. Saat ini T-Cash hanya memiliki 7 <em>merchant</em> dan Kartu Flazz BCA memiliki 36 <em>merchant</em>. Jumlah merchant erat kaitannya dengan transaksi dan <em>users</em>, semakin banyak <em>merchant</em> semakin banyak transaksi, semakin banyak transaksi berati semakin banyak juga <em>user</em> yang menggunakannya. Tapi jika kita lihat historynya, BCA memang dengan mudah menemukan <em>merchant</em>, karena mereka memang sudah ada <em>merchant </em>dari produk yang lain seperti debit ataupun credit card, dan mereka tinggal mempengaruhi saja untuk menambah fitur pada <em>merchant </em>yang sudah ada.</li>
<li>Pembangunan <em>Brand Awareness </em>T-Cash sepertinya tidak segencar dari Kartu Flazz BCA, hal ini terlihat dengan tidak banyaknya iklan-iklan T-Cash di media manapun dibanding dengan Flazz, Kartu Flazz BCA saja sudah ada TVC-nya, yang menurut <em>research company</em>, <em>recall </em>dari TV itu sangatlah baik dibanding lainnya.</li>
<li>T-Cash memiliki <em>barier </em>dalam <em>recarghe</em>, Kartu Flazz BCA memang dibuat oleh bank dimana transaksi keuangan seorang nasabah mereka bisa langsung dimutasi kedalam Kartu Flazz BCA melalui ATM tanpa harus datang ke banknya,  sedangkan bagi T-Cash yang diusung oleh operator telekomunikasi, untuk me-<em>recharge </em>kartu tersebut para pelanggan harus datang ke graPARI terdekat, dan tidak ada jalan lain.</li>
</ul>
<p>Tapi dari ke kurang berhasilan ini sebenernya T-Cash memiliki satu <em>value added </em>dibandingkan dengan Kartu Flazz BCA. T-Cash bisa mereka kembangkan agar dapat bertransaksi dengan menggunakan SMS atau GPRS atau <em>bar code </em>yang ditanam di telepon genggam pelanggan mereka, hal ini akan lebih memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, karena hanya cukup membawa handphone untuk bertransaksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/kartu-flazz-bca-vs-t-cash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Personal Brand</title>
		<link>http://www.podelz.net/personal-brand/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/personal-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 10:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Association]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Brand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Layaknya sebuah brand, maka Personal Brand itu harus memiliki Brand Awareness, dan juga Brand Association. Pengertian dari Brand Awareness dalam Personal Branding adalah sejauh mana orang mengenal dan mengingat kita. Sedangkan untuk Brand Association adalah hal-hal apa yang mengasosiasikan diri kita, misalnya pekerjaan kita, lingkungan kita, teman kita bergaul, dan attitude dari diri kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Personal Brand</em> adalah merek yang melekat pada sesuatu dan sesuatu tersebut adalah individu atau seseorang.</p>
<p>Layaknya sebuah <em>brand</em>, maka <em>Personal Brand</em> itu harus memiliki <em>Brand Awareness</em>, dan juga <em>Brand Association</em>. Pengertian dari <em>Brand Awareness</em> dalam <em>Personal Branding</em> adalah sejauh mana orang mengenal dan mengingat kita. Sedangkan untuk <em>Brand Association</em> adalah hal-hal apa yang mengasosiasikan diri kita, misalnya pekerjaan kita, lingkungan kita, teman kita bergaul, dan <em>attitude </em>dari diri kita.</p>
<p>Salah satu cara untuk meningkatkan <em>Brand Awareness</em> dan <em>Brand Association</em> adalah dengan cara <em>branding</em>. Banyak cara dalam  melakukan <em>Personal Branding</em>, salah satunya adalah blog. Semakin banyak orang mengunjungi blog kita, semakin mudah blog kita diingat orang, dan karena blog itu melekat pada individu bloggernya, logikanya semakin tinggi pula index dari <em>Brand Awareness</em> kita. Dalam blog juga akan tercipta asosiasi apa saja yang melekat pada diri kita. Asosiasi ini bisa kita bentuk dari sisi kita atau dari pembaca yang kemudian akan mendefinisikan asosiasi tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/personal-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Membangun Komunitas</title>
		<link>http://www.podelz.net/bagaimana-seharusnya-perusahaan-membangun-komunitas/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/bagaimana-seharusnya-perusahaan-membangun-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 15:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[advocate customer]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Cara seperti ini kadang terkesan memaksa pelanggan untuk bergabung ke komunitas dan akibatnya komunitas yang terjadi adalah komunitas semu. Calon anggota hanya akan mendaftar saja dan anggota komunitas tersebut akan menjadi anggota passive, mereka hanya menjadi lurker dan pengembangan komunitas pun menjadi satu arah, hanya dari perusahaan saja. Contohnya apabila perusahaan mengadakan event, para anggota mereka akan senang, tetapi setelah satu langkah keluar venue event, mereka hanya akan berterima kasih terhadap perusahaan dan komunitas perusahaan tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas adalah sebuah <em>tools</em> marketing yang baru yang mana tugasnya adalah sebagai salesman <em>word of mouth</em>. Mereka berbagi pengalaman antar sesama anggota komunitas terhadap suatu produk yang mereka pakai.</p>
<p>Membangun komunitas adalah susah-susah gampang. Komunitas terjadi karena adanya sekelompok orang yang membentuk sebuah perkumpulan karena mempunyai kesamaan ketertarikan terhadap sesuatu. Kebanyakan komunitas yang lahir akibat ketertarikan terhadap produk tertentu, dimulai dari pelanggan produk itu sendiri. Mereka mencari dan mengumpulkan teman-teman yang memiliki ketertarikan serupa, sehingga terjadilah komunitas itu secara alamiah.</p>
<p>Inilah arti sesungguhnya dari komunitas, para pelanggan terikat secara emosional dan functional. Mereka lahir karena kemauan dari diri sendiri, bukan di-<em>trigger </em>dari pihak manapun. Dengan begini mereka akan membanggakan produk tertentu tersebut dan akan membelanya mati-matian serta akan selalu merekomendasikan produk tersebut ke siapa saja. Mereka juga akan aktif untuk terus membangun komunitas ini tidak hanya menjadi <em>lurker</em> (anggota <em>passive</em>). Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan yang memilik produk tersebut, karena semakin besar komunitas, maka produk mereka juga akan terdengar semakin besar.</p>
<p>Ada juga komunitas yang dibangun oleh sebuah perusahaan. Kebanyakan perusahaan yang membangun komunitas memiliki tujuan untuk membuat pelanggan mereka menjadi terikat secara emosional dan functional terhadap produk mereka, sehingga pelanggan akan menjadi pelanggan yang merekomendasikan produk mereka dan membela produk mereka mati-matian (<em>advocate customer</em>).</p>
<p>Cara seperti ini kadang terkesan memaksa pelanggan untuk bergabung ke komunitas dan akibatnya komunitas yang terjadi adalah komunitas semu. Calon anggota hanya akan mendaftar saja dan anggota komunitas tersebut akan menjadi anggota <em>passive</em>, mereka hanya menjadi <em>lurker</em> dan pengembangan komunitas pun menjadi satu arah, hanya dari perusahaan saja. Contohnya apabila perusahaan mengadakan <em>event</em>, para anggota mereka akan senang, tetapi setelah satu langkah keluar <em>venue event</em>, mereka hanya akan berterima kasih terhadap perusahaan dan komunitas perusahaan tersebut.</p>
<p>Apalah arti komunitas tanpa anggota yang kreatif dan aktif, jika seperti ini maka ini hanya bentuk terima kasih perusahaan terhadap pelanggan saja, tanpa ada efek samping terhadap produk mereka. Ingat!!! semakin besar komunitas akibat produk, maka nama produk tersebut akan selalu dibawa sehingga <em>brand awareness</em> produk tersebut akan semakin meningkat.</p>
<p>Terkait dengan membangun komunitas ini, saya terbesit sebuah ide yang menurut saya sangatlah menarik. Saya memanfaatkan teori matematika himpunan yaitu tentang irisan. Kenapa perusahaan tidak memanfaatkan komunitas-komunitas yang sudah ada dan mengambil irisan dari sesama komunitas tersebut. Misalnya Komunitas A beranggotakan 20 dan 10 diantaranya tertarik terhadap produk A, Komunitas B beranggotakan 30 dan 15 diantaranya tertarik juga terhadap produk A, lalu Komunitas A dan Komunitas B digabungkan dalam sebuah kegiatan, dan mempertemukan anggotanya. Nah dari pertemuan Komunitas A dan Komunitas B dicari anggota dari masing-masing komunitas tersebut yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap produk A (dalam hal ini 25 orang), dan mereka di-<em>trigger</em> untuk membentuk suatu komunitas terhadap produk A.</p>
<p><img class="alignnone size-large wp-image-49" title="irisan-komunitas" src="http://podelz.net/wp-content/uploads/2008/12/irisan-komunitas-1024x265.png" alt="irisan-komunitas" width="505" height="132" /></p>
<p>Jadi pembentukan komunitas ini seolah-olah bukan dari perusahaan tapi dari pelanggan mereka. Perusahaan hanya berperan untuk me-<em>manage </em>komunitas-komunitas yang sudah ada. Bentuk <em>trigger</em> inilah yang harus dibentuk oleh perusahaan, bagaimana membuat produk mereka agar bisa diperbincangkan. Dalam contoh perusahaan pemilik produk A harus membuat produk A diperbincangkan oleh 25 orang sehingga mereka tertarik untuk membuat sebuah komunitas. Anggota pada komunitas tersebut pasti akan tetap aktif di komunitas sebelumnya karena induk mereka tetaplah di komunitas sebelumya tersebut.</p>
<p>Setelah terbentuk komunitas tersebut, hendaknya perusahaan tidak hanya membuat sebuah kegiatan dari sisi mereka, tetapi melibatkan para anggotanya. Mereka harus mengikut sertakan anggota mereka untuk meng-<em>generate</em> ide dan untuk menjadi <em>event orginizer.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/bagaimana-seharusnya-perusahaan-membangun-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan di Nada Tunggu (RBT/NSP)</title>
		<link>http://www.podelz.net/iklan-di-nada-tunggu-rbtnsp/</link>
		<comments>http://www.podelz.net/iklan-di-nada-tunggu-rbtnsp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 07:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>podelz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[brand awareness]]></category>
		<category><![CDATA[mobile advertising]]></category>
		<category><![CDATA[Nada Tunggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://podelz.net/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang saya merasa terganggu karena adanya SMS atau MMS yang masuk tiba-tiba ternyata hanya sekedar iklan. Dan akhirnya saya memberikan predikat bahwa SMS iklan ini adalah SPAM bukan sebuah media.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu bentuk dari <em>mobile advertising </em>adalah si <em>advertiser </em>memasang iklannya di Nada Tunggu dari pelanggan kartu seluler. Iklan yang dipasang berupa <em>jingle </em>dari suatu produk atau <em>jingle </em>dari perusahaan tertentu yang memasang iklannya.</p>
<p>Salah satu operator yang telah melakukan ini adalah Bakrie Telecom (BTel) dengan produk mereka Esia, mereka memberikan penawaran kepada pelanggan mereka dengan cara  jika pelanggan mereka memasang iklan pada nada tunggu maka akan mendapatkan bonus 4000 karakter SMS.</p>
<p>Nada Tunggu ini lebih efektif dibandingkan dengan SMS atau MMS yang sering kita dapatkan. Terkadang saya merasa terganggu karena adanya SMS atau MMS yang masuk tiba-tiba ternyata hanya sekedar iklan. Dan akhirnya saya memberikan predikat bahwa SMS iklan ini adalah SPAM bukan sebuah media.</p>
<p>Berbeda dengan nada tunggu,  karena nada tunggu tersebut hanya saya dapatkan pada waktu saya menelpon seseorang yang memasang fasilitas tersebut dan juga datangnya tidak secara tiba-tiba, jadi kita hanya mendengarkan saja dan tidak menebak <em>content </em>dari nada tunggu tersebut sebelumnya. Paling-paling yang saya beri komentar bukan operatornya tetapi si pemasang iklan tersebut.</p>
<p>Dari segi psikologis, SMS dan MMS lebih besar kemungkinannya untuk tidak dibaca, saya sudah berasumsi terlebih dahulu sebelum membuka SMS atau MMS, bahwa jika pengirimnya operator maka kecendrungannya iklan, jadi mending dihapus saja. Nada tunggu ini lebih terekam di otak, karena kita mendengarkan melalui telinga seperti mendengarkan lagu dengan <em>headset</em> yang biasanya lebih gampang untuk mengingatnya (seperti <em>brain wash</em>), hal ini sangatlah baik untuk meningkatkan <em>brand awareness</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.podelz.net/iklan-di-nada-tunggu-rbtnsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
