Tulisan pada January, 2009
Posted on January 30th, 2009 by podelz
Dari beberapa jawaban diatas, tampaknya J.CO memperbaiki J.COmmunity versi 1.0 yang hanya mengharapkan komunitas produk mereka akan terbentuk sendirinya dari orang-orang yang mampir ke website mereka. Dengan J.COmmunity versi 2.0 ini mereka jemput bola (orang-orang di-invite), dan diharapkan akan adanya sebuah loyalitas yang tinggi dari pelangganya dan juga komunikasi yang dapat membatu J.CO dalam mengembangkan produk mereka.
Read More |
Posted on January 27th, 2009 by podelz
Kemarin waktu libur tahun baru China, saya menonton sebuah berita yang mempertanyakan tentang iklan Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Read More |
Posted on January 23rd, 2009 by podelz
Kemarin dihebohkan oleh sebuah url dari Telkomsel yang isinya adalah form isian preorder iPhone 3G. Apakah iPhone 3G ini akan datang di Indonesia melalui Telkomsel?
Read More |
Posted on January 23rd, 2009 by podelz
Dari sisi blogger, ini juga bagus. Memang kegiatan ini murni hanya observasi, tanpa iming-iming hadiah di dalamnya. Tapi inilah kesempatan untuk jalan-jalan ke sebuah pabrik motor, tanpa perlu mengurus birokrasi ataupun bernegosiasi dengan security. Kita bisa mempelajari dan melihat kehidupan sehari-hari yang ada di pabrik motor. Mulai dari proses perakitan sampai dengan penjualan, atau bahkan kegiatan sehari-hari para pekerja yang ada di pabrik tersebut.
Read More |
Posted on January 20th, 2009 by podelz
Telkomsel Flash dan IM2 adalah dua brand yang saling bersaing di Indonesia dalam hal penyedia layanan internet. Mereka bisa dikategorikan sebagai brand yang bersaing dikarenakan memiliki konsep yang sama yaitu ber-internet dengan mobile (dimana saja dan kapan saja). Banyak cerita negatif dan positif (dalam hal teknis) yang beredar di Internet ataupun koran-koran di Indonesia (surat pembaca) tentang kedua brand ini. Di sini saya tidak akan melihat tentang hal teknis tersebut tetapi saya akan mencoba melihat interest level dari kedua brand ini dengan menggunakan Google Trends.
Read More |
Posted on January 18th, 2009 by podelz
Siapakah orang yang mendulang uang pada tahun ini? Salah satunya adalah vendor papan reklame. Papan reklame kemungkinan akan diisi oleh wajah-wajah dari para partai politik, caleg sampai dengan capres dan cawapres. Lalu jika papan reklame tersebut banyak diisi oleh capres dan cawapres, gimana nasib para perusahaan yang ingin memasang iklan? Tentunya jatah titik perusahaan tersebut akan berkurang.
Read More |
Posted on January 16th, 2009 by podelz
Kenapa mereka menggunakan Monyet sebagai iklan? Padahal dulu mereka pernah kena sentil akibat talent mereka yang ingin menikah sama monyet. Padahal masih banyak manusia-manusia yang membutuhkan pekerjaan. Mereka bisa hire siapa aja, seperti Axis yang meng-hire anak kecil yang tidak terkenal sama sekali, tapi makna iklannya sangat dalam.
Read More |
Posted on January 15th, 2009 by podelz
Dari hasil perhitungan di atas, terlihatlah bahwa Telkomsel adalah perusahaan yang paling banyak mendapatkan untung dari customer. Ntah ini karena harga mereka yang masih mahal pada tahun 2007 dibanding operator lainnya (mereka baru nge-launch simPATI PeDe Rp. 0.5 pada 10 Desember 2007) atau karena management mereka yang “ciamik” dalam mengelola perusahaan tersebut;). Sedangkan XL, wajar jika melihat keuntungan mereka hanya Rp. 56,-, karena tarif telepon mereka yang “banting-bantingan” pada tahun tersebut.
Read More |
Posted on January 13th, 2009 by podelz
Untuk menjadi marketer diperlukan kemampuan untuk menganalisa. Dengan adanya kemampuan menganalisa ini, marketer dapat lebih pasti dalam membuat suatu keputusan. Keputusan yang dibuat ada dasarnya bukan hanya berdasarkan intuisi saja. Biasanya orang yang tugasnya menalisa tentang market sering disebut dengan Marketing Analyst.
Read More |
Posted on January 11th, 2009 by podelz
Melihat ilustrasi di atas, sepertinya mudah untuk membuat content tersebut, tapi apakah kita sempat terpikir untuk membuatnya. Orang-orang content provider menemukannya, mereka sangat kreatif sampai terpikir bahwa layanan seperti ini disukai orang Indonesia. Sebuah content provider tanpa ide yang kreatif adalah NOL besar. Menjadi Content Provider sebenarnya susah-susah gampang. Mereka harus selalu mencari ide baru untuk membuat sebuah content yang laris di pasaran Indonesia.
Read More |